Lomba Uji Bumbu Dapur

 

lombamasak.jpg

 

Sebagai bagian dari acara peringatan 17 Agustus 1945, warga PPI selain mengadakan upacara puncak, juga mengadakan lomba memasak bagi bapak-bapak warga PPI dan juga lomba anak-anak.

 

Lomba memasak Bapak-Bapak (baca: Bapak-Bapak berlomba untuk memasak) berlansgsung dengan seru. Masing-masing peserta mempertaruhkan segala kemampuan memasaknya untuk ambil bagian dalam memperebutkan trophy-tidak bergilir dari PPI Nagoya.

 

Konon, katanya, lomba memasak bapak-bapak ini, terakhir dipertandingkan dalam kancah percaturan warga PPI di Nagoya tahun 2003 dengan juara dipegang oleh Pak Anto SN. Jadi di tahun 2006 ini, kembali digelar acara adu dapur ini.

 

Berbagai menupun disajikan, mulai dari natsu no romantika-nya pak anto, nasu anti estetika-nya bang ucok, spaghety cornet-nya pak wisnu jatmiko, ayam nenas kukuruyuk-nya pak rusdy, kerang yang menggoyang lidah-nya pak wawan, ayam pakai bedak dan perkedel daging-nya pak wempi, tamago cha-chan-nya bapak hamzah, ayam brage yang lagi bersolek-nya pak effendy, fuyu n sonata-nya pak gunawan, sampai bule-pun masuk kampunya pak risa dan cumi yang tersusur-nya roni salim.

 

Yang perlu dicatat dalam lomba pacu bumbu dapur ini, adalah adanya beberapa peserta yang lupa-dimana mereka menaruh bumbu dapurnya yang sudah dipersiapkan semalaman. Nyanyian ‘di sini ayam di sana ayam di mana-mana ayam’ terdengar mengalun merdu lewat suara emas penunggu gunung denji, atau yang lebih dikenal dengan pak risa.

 

Kualitas lomba memasak ini telah diuji oleh para juri masak profesional yang berasal dari berbagai padepokan dapur di seluruh penjuru Nagoya. Mbak Hani, Mbak Murni, dan Mbak Sus telah menorehkan pena ‘emas’-nya untuk menguji setiap piring hasil masakan peserta. Dari penjurian ini telah melahirkan para jawara masak Nagoya-setidaknya untuk musim kompetisi tahun ini.

 

Mahkota juru masak disandang oleh Roni Aiwa dari Puncak Kawana dengan andalan masakannya Cumi Susur 999, kemudian disusul oleh Pak Wawan dari padepokan pelajar Kaikan di posisi ke dua; dan Ayam Kukuruyuk ala Pak Rusdi dari perumahan elit honji-jutaku menduduki posisi ke tiga. Selain ketiga jawara tersebut, juga diundangkan, pemenang harapan 1-2-3 yang diduduki oleh Pak Anto dengan Natsu no Romansu, pak Gunawan dengan Fuyu n Sonata (n-hai) dan Ayam bertabur bedak dan perkedel daging ala Wempi Saputra dari downtown Kawana .

 

Para undangan dalam lomba ini diuji untuk menentukan apa gerangan makanan yang berhak menyandang  Makanan Ter-pavourite. Kehormatan ini akhirnya jatuh pada Bule Masuk Kampungnya Pak Risa dari Denjiyama Agency.

 

Demikian, laporan ringkas dari Pusat Uji Masakan, Meikodai Hall, Nagoya Kogyo Daigaku, 20 Agustus 2006.

 

 

Ditulis oleh: Roni Salim – wartawan lepas PPI Nagoya