Pendakian Gunung Fuji
Oleh: Edi Suharyadi
Saya (Edi Suharyadi) bersama 7 orang teman-teman pengurus UMIN Nagoya, mas Adi, mas Tatar, mas Topas, mas Alief, mas Wawan, mas Anang dan mas Uki, menghadiri "undangan" rekan Keluarga Muslim Indonesia Hamamatsu (KMI-H) untuk ikut serta dalam acara Tafakkur Alam (Rihlah) Pendakian Gunung Fuji pada hari Sabtu-Ahad 30-31 Juli yang lalu.
Hari Sabtu jam 23:12 kami berdelapan tiba di Hamamatsu eki setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam dari Nagoya. Di Hamamatsu eki sudah banyak berkumpul rekan-rekan peserta Rihlah yang sebagian besar adalah warga Hamamatsu. Setelah sholat Isya' di Hamamatsu eki, tepat jam 24:00 peserta Rihlah yang berjumlah 56 orang berangkat dengan mengendarai Bus menuju 5-gome atau terminal 5 Gunung Fuji melalui jalur Fujinomiya. Sekedar diketahui, 5-gome adalah terminal terakhir pada rute pendakian gunung Fuji yang bisa dijangkau dengan kendaran mobil.
Hari Ahad sekitar jam 3 pagi rombongan sudah tiba di 5-gome (pos 5). Berada di salah satu kaki gunung Fuji pada ketinggian kurang lebih 2000 m di atas permukaan laut menyebabkan suasana pagi menjadi semakin dingin (kurang lebih 5 derajat). Alhamdulillah, panitia sudah memberitahukan untuk membawa jaket lantaran dingin.
Tiba di 5-gome, agenda pertama adalah Sholat Subuh berjamaah. Suasana yang gelap karena tidak ada satupun alat penerangan, menyebabkan kami kesulitan untuk mencari toilet dan mencari air untuk berwudhu.
Agenda berikutnya adalah pembagian kelompok dan dilanjutkan apel pagi sebelum keberangkatan. Upacara apel pagi diisi dengan Taujih (Tausyiah), disampaikan oleh Inspektur upacara yang sengaja didatangkan dari Gifu. Setelah apel pagi, sarapan sambil ta'arruf (kenalan antar peserta) menjadi agenda berikutnya. Suasana pagi yang segar dan bersahabat menyebabkan acara ta'arruf yang sesekali diselingin senda gurau menjadi lebih menyenangkan. Tambah kenalan dan tambah saudara adalah hal yang sangat menyenangkan dalam perjalanan hidup ini.
Hari Ahad sekitar jam 5 pagi pendakian dimulai. 56 peserta yang terbagi menjadi 5 kelompok berangkat bersamaan menuju 6-gome (terminal 6). Dari 5-gome, pendaki harus melewati 7 pos (terminal) sebelum mencapai puncak gunung Fuji yang berada pada ketinggian 3770 m di atas permukaan laut. Waktu tempuh dari pos yang satu ke pos berikutnya kurang lebih 1 jam. Artinya total sekitar 7 jam untuk mencapai puncak.
Pendakian dari pos 5 menuju pos 6:
Pendakian rute ini tergolong pendakian ringan. Selain kemiringannya belum mencapai 45 derajat, pasir hitam masih mendominasi track pendakian. Meskipun begitu ada beberapa peserta yang sudah kelelahan. Dan sekitar 3 orang sudah "gugur" dan menyerah sampai di pos 6 dan tidak bisa melanjutkan ke pos berikutnya yakni pos 7.
Pendakian dari pos 6 ke pos 7:
Pendakian rute ini mulai agak sulit. Selain kemiringannya sudah mencapai 45 derajat, kerikil dan bebatuan sudah mulai "menghiasi" track pendakian. Melampaui pos 6 berati sudah berada pada ketinggian dia atas 3000 m. Selain medannya yang mulai agak sulit, oksigen mulai berkurang. Kepala sedikit pusing mulai menjangkiti sebagian peserta termasuk saya sendiri. Beratnya medan pendakian dari dari pos 6 ke pos 7 menyebabkan peserta sudah mulai "kacau balau". Yang sebelumnya berangkat perkelompok dengan jarak yang dekat, sudah mulai tidak beraturan. Peserta dengan stamina kuat "melejit" jauh kedepan, sementara yang stamina mulai "down" tertinggal jauh dibelakang. Dan saya yang menjadi ketua kelompok 2 harus "merelakan" 1 orang "gugur" hanya bisa sampai di pos 6.
Pendakian dari pos 7 ke pos shin-7 (atau pos 7 baru):
Pendakian rute ini semakin sulit. Dengan kemiringan 45 derajat, bebatuan mulai mendominasi track pendakian. Sehingga harus ekstra hati-hati agar tidak terpelosot jatuh. Dan saya sendiri, selain stamina sudah mulai down, kepada bagian belakang bawah semakin pusing, lantaran jumlah oksigen yang semakin berkurang. Tapi saya tidak mau menyerah, saya harus sampai puncak, begitulah kira-kira yang sempat terlintas dalam hati saya. Pada pendakian menuju pos shin-7, peserta yang yang "bergelimpangan" semakin bertambah. Sejak dari pos 6, sudah tercatat sekitar 10 peserta yang "gugur" dan tidak bisa melanjutkan pendakian. Saya sediri yang masuk dalam kelompok 2 harus "rela" tersusul oleh kelompok-kelompok dibelakang saya (3, 4 dan 5). Sehingga hanya tinggal sekitar 6 orang dibelakang saya, yang sebagian besar adalah "Bapak-bapak" (sebutan bagi peserta yang sudah menikah termasuk saya).
Pendakian dari pos shin-7 ke pos 8:
Bebatuan mulai menghiasi track pendakian dengan kemiringina melebi 45 derajat. Capek luar biasa, selain pusing, pinggang mulai sakit, begitulah yang saya rasakan. Di pos 8 saya memutuskan untuk tiduran sebentar meskipun hanya sekitar 15 menit. Tidak seperti di pos-pos sebelumnya yang hanya sekedar duduk-duduk, di pos 8 saya memilih untuk berabaringan juga mengisi perut dengan roti tawar yang disiapkan panitia. Kelamaan istirahat di pos 8 menyebabkan saya menjadi peserta terakhir yang sempat tertinggal dari peserta lainnya. Tapi semangat "saya harus sampai puncak" seolah memberikan energi untuk terus melanjutkan pendakian. Di pos 8, dari 56 peserta, total tercatat 12 orang yang akhirnya "gugur" dan tidak bisa melanjutkan pendakian menuju puncak.
Pendakian dari pos 8 ke 9:
Bagi orang Jepang, rute dari pos shin-7 sampai dengan pos 9 adalah rute paling kurushi, rute paling berat. Puncaknya adalah rute 8 ke 9, lantaran energi sudah terkuras habis di rute shin-7 ke 8. Ada 3 penyebab rute ini menajadi rute yang paling kurushii (susah):
1. Kemiringan yang melebih 45 (agak terjal)
2. Track-nya berbatuan
3. Dingin (masih bisa melihat Salju)
4. Oksigen semakin berkurang.
Dan saya sendiri tidak ingin menjadi peserta yang paling "bontot" tiba di puncak. Sehingga pada rute ini saya harus "tancap gas" agar bisa mengejar ketinggalan, paling tidak mengejar peserta yang berada di depan saya. Dan akhirnya bisa terkejar juga.
Pendakian dari pos 9 ke pos 10:
Pendakian pada rute ini, cukup memberi semangat. Meskipun medanya tidak kalah sulitnya dengan rute sebelumnya, tapi puncak dan aktivitas pendaki yang berada dipuncak sudah mulai kelihatan. Sehingga hal ini seolah memberikan "sumber energi" baru untuk bisa mencapai puncak bergabung dengan para pendaki yang lainnya yang sudah lebih dulu mencapai puncak.
Pendakian dari pos 10 menuju PUNCAK:
Waktu tempuh dari pos 10 menuju puncak kurang lebih 30 menit. Dan ALHAMDULILLAH memanjatkan Syukur kepada ALLAH dan tak lupa untuk bersujud Syukur, akhirnya saya tiba juga di Puncak, sekitar jam 11:45, setelah menempuh "perjuangan" yang sangat berat dan melelahkan, dan hampir saja meneyerah di pos 8.
Dengan dilatarbelakangi bendera Merah Putih, akhirnya saya bisa berpose dengan peserta yang lain di puncak Gunung Fuji pada ketinggian kurang lebih 3700 meter.
Dari 56 peserta, sekitar 38 orang yang bisa sampai puncak. Semua peserta berangkat hampir bersamaan sekitar jam 5 pagi, tapi orang pertama yang tiba di puncak sekitar jam 10:30 dan orang terakhir yang tiba di puncak sekitar jam 14:00.
Kurang lebih 1 jam saya berada dipuncak, selanjutnya turun gunung. Waktu tempuh untuk turun sampai di pos 5 (tempat parkir bus) sekitar 3 -4 jam. Dan peserta pendakian gunung Fuji KMI-H meninggalkan pos-5 dengan bus sekitar jam 17:30 dan tiba di Hamamtasu eki sekitar jam 21:00. Dan akhirnya, hari Ahad sekitar jam 22:15 kami tiba di Nagoya eki. Artinya lebih dari 36 jam kami tidak tidur.
Penutup:
Akhirnya pada hari Ahad 31 Juli 2006 jam 11:45, Gunung Fuji-pun bisa saya taklukan, Alhamdulillah.